• 1. 6 Alasan Pengunjung Membenci Blog Anda
  • 2. Cara Menigkatkan Trafik Dan Pagerank Dengan Jutaan Pengunjung
  • 3. Cara Meningkatkan Pagerank Dan Jumlah Pengunjung Dengan Link Refferal
  • 4. 7 Cara Agar Website Muncul di Halaman Pertama Google
  • 5. Tips Gratis Meningkatkan Traffic Blog
  • 6. Blog paling di benci pengunjung dan google
  • 7. 8 Alasan Pengunjung Menyukai Blog Anda
  • 8. Cara Memasang Widget Live Traffic Feed Feedjit di Blogger
  • 9. Cara Memasang Widget Histats di Blogger
  • 10. 4 Cara Agar Blog Ramai Pengunjung
  • 11. Cara Membuat Blog Dofollow (Untuk blogger yang ingin meningkatkan posisi SERP blog mereka)
  • 12. Dofollow (backlink yang bisa membantu sebuah web/blog untuk meningkatkan pagerank)
  • 13. Membuat Tab View Sederhana Di Sidebar
  • 14. Cara membuat Kotak Tukaran Link / Link Excange di Blog
  • 15. 5 Keuntungan Membacklink Postingan Orang Lain
  • 16. Rahasia Blog Berbahasa Indonesia Go Internasional
  • 17. Rahasia Mendapatkan 100 Pengujung Blog Perhari
  • 18. Perbedaan Blog Dofollow dan Blog Nofollow
  • 19. Meratatengahkan Judul Pada Widget Blog
  • 20. Menyatukan Beberapa Widget Dalam Satu Tempat Dengan Efek Marquee
  • 21. Cara Membuat Kotak Kode HTML Dengan Warna Pada Postingan
  • 22. Daftar Adsense tanpa Blog
  • 23. Membuat Menu Navigasi Slide Horizontal Blogspot
  • 24. Cara Agar klik kanan disable atau NO COPAS
  • 25. Tips Mendongkrak Alexa Rank Blog Anda
  • 26. Tampilan Baru Blogger
  • 27. Cara Mengembalikan Permanen Link yang Asli
  • 28. Cara Menambahkan Judul Posting dibelakang Baca Selanjutnya(Read More) di Blogger
  • 29. Cara Membuat Gadget "Follow by Email" di Blogger
  • 30. Cara Membuat Kotak "Like" Facebook Di bawah Postingan Pada Blogspot
  • 31. Cara Membuat Related Posts Untuk Blogger
  • Monday, November 21, 2011

    ANTARA LIDAH, PERKATAAN, DAN PERBUATAN


    Berbicara. Sungguh sebuah kosa kata yang sederhana. Setiap hari kita mengucapkan kata-kata, sehingga sama sekali tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Tetapi, mengapa ada orang yang dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk berbicara selama satu atau dua jam saja? Ada orang yang dicintai karena perkataan-perkataannya. Dan ada orang yang dibenci karena ucapan-ucapannya. Oleh sebab itu, kesederhanaan dibalik makna 'berbicara' pastilah memiliki keistimewaan yang layak untuk kita renungkan.

    Berbicara bukanlah sekedar keterampilan memainkan lidah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melainkan juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, juga mempengaruhi orang lain. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar berbicara secara efektif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

    1. Berbicaralah yang baik, atau diam saja.
    Sungguh beruntung orang-orang yang dapat menjaga lidahnya untuk tetap diam, daripada mereka yang rajin mengucapkan perkataan yang tidak memiliki manfaat apa-apa. Resiko tertinggi orang yang diam adalah 'disebut orang pasif'. Sedangkan resiko terrendah bagi orang yang banyak bicara adalah disebut 'orang yang banyak omong'. Manfaat terbesar bagi orang yang diam adalah 'tidak dibenci oleh orang lain'. Sedangkan manfaat terbesar bagi orang yang berbicara adalah; 'pahala yang mengalir atas kata-katanya yang baik'. Maka berbicaralah yang baik-baik karena pahala kebaikannya sangat besar. Atau kalau tidak bisa mengucapkan perkataan yang baik, maka sebaiknya ya diam saja.

    2. Selaraskanlah antara perkataan dengan perbuatan.
    Perhatikan orang-orang yang tidak selaras antara perkataannya dengan perbuatannya. Betapa banyak contoh orang seperti itu dihadapan Anda. Dan Anda tahu betul bahwa orang lain sudah tidak lagi mempercayai mereka. Ketika seseorang mengatakan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain, namun dirinya sendiri berperilaku sebaliknya; maka orang tidak lagi mempercayai kata-katanya. Karena ketidakselarasan menyebabkan hilangnya kepercayaan. Jagalah keselarasan antara perkataan dan perbuatan, maka Anda akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang disekitar Anda.

    3. Gunakanlah perkataan untuk mengajari diri sendiri.
    Orang-orang yang terlalu banyak berbicara – saya, misalnya – memiliki kecendrungan untuk mengajari atau mengajak orang lain melalui perkataan yang yang diucapkannya. Sayangnya sering lupa untuk mengajari diri sendiri. "Jujurlah!" katanya. Tetapi dia sendiri tidak jujur. Ini menandakan bahwa dia gagal mengajari dirinya sendiri. Motivasi saya saat mengatakan sesuatu adalah mengajari diri sendiri. Ternyata sangat berat untuk belajar sendirian, makanya saya membagi pelajaran bersama orang-orang yang saya cintai. Itulah sebabnya sambil mengajari diri sendiri, saya berbagi pelajaran itu dengan Anda.

    4. Tebuslah perkataan dengan pendengaran.
    Ada ruginya juga memposisikan diri sebagai orang yang paling banyak berbicara. Kita sering tidak sempat mendengar perkataan orang lain. Boleh jadi perkataan kita bukanlah hal terbaik dalam satu urusan tertentu. Namun karena kita tidak bersedia mendengarkan perkataan orang lain; maka kita kehilangan pelajaran berharga. Sungguh beruntunglah orang yang selain berbicara, dia juga bersedia mendengar. Selain ilmunya bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia sendiri bisa menarik manfaat dari pelajaran yang ditebarkan oleh orang lain.

    5. Yakinlah jika setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.
    Kita sering mengira bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita akan menguap begitu saja. Kenyataannya perkataan yang kita ucapkan beberapa tahun lalu, masih diingat oleh orang lain. Sungguh beruntung jika kata-kata itu baik. Namun sungguh rugi kita jika kata-kata itu buruk. Setiap kata yang baik, menghasilkan pahala yang baik. Namun, setiap perkataan buruk pasti akan dibalas dengan imbalan yang juga buruk. Bahkan, guru spiritual saya mengatakan; "Betapa besarnya murka Tuhan kepada orang yang mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan perbuatannya." Maka yakinlah, setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.

    Keterampilan berbicara bukanlah monopoli mereka yang berprofesi sebagai pembicara publik. Setiap orang patut memiliki keterampilan berbicara yang baik. Satu hal yang perlu diingat adalah; berbicara tidak selalu berarti mengucapkan sesuatu dengan lidah kita. Melainkan juga menunjukkan tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita bisa berbicara dengan nyaring, namun perbuatan kita berbicara lebih nyaring dari kata-kata yang diolah oleh lidah kita.

    17 komentar:

    Rama88 said...

    kalau kata pepatah mulutmu harimaumu,,jadi berhati2lah dalam berkata, dan pandai2lah menjaga lidah anda dalam menuturkan kata2,, heheh . :)

    Cinta Indonesia Blog said...

    Thx infonya gan bermanfaat banget buat jaga kata kata :)

    binkbenk said...

    nice ,,share gan,,thanks

    jiah al jafara said...

    nice info,,,
    thanks udah mampir :-D

    katils said...

    lidah itu sungguh tajam tergantung bagaimana kita mau mgunakanya supaya bermanfaat

    srulz said...

    nah itu.... yang nomer 3, hehe,,,, jujurlah.. sering banget nasehatin orang untuk gini lah, gitu lah.. eh saya sendiri.. #taraaaa... *disensor lanjutannya* ^^

    Faisal said...

    Saya setuju dengan ke-5 poin di atas.

    Perkataan yang keluar dari mulut dari seseorang juga bisa menjadi penilaian bagi orang tersebut sendiri. So jagalah tutur kata kita.

    Info yang menarik mas.

    Herdoni Wahyono said...

    Tips yang menarik. 'Berbicara' telah menjadi menu harian kita semua. Lidah bisa begitu 'tajam' melebihi pedang. Bisa 'panas' melebihi bara api. Bisa 'pahit' melebihi empedu. Namun bisa terasa 'manis' melebihi madu. Bisa 'dingin' melebihi es. Bisa 'lembut' melebihi sutera. Trims sharingnya. Salam sukses.

    Bengkel Bangun said...

    Bijak sekali petuahnya kawan, Selamat pagi selamat beraktifitas.

    Abi Says Drunk said...

    Paling setuju ama point nomor 2 & 5 gan,
    Paling banyak sekarang yang kayak gitu, ngomong baek tapi kelakuan kelas bejat heheeh

    Naya Elbetawi said...

    Insya ALLAH di jaga omongannya ^_^ makasiii infonya

    Farixsantips said...

    sebaiknya 5 point tersebut sangatlah berpengaruh dalam lidah, perkataan, dan perbuatan. :) karena mulutmu adalah senjata dirimu :)

    Rouen said...

    nice post :)

    joyodrono said...

    jadi ingat syair bang haji rhoma"lidah itu sangat tajam,tajamnya melebihi pedang".memang mesti hati2 dalam berbicara seperti juga kata Wali band:"ucapanmu adalah do'amu",dan yang lebih pas unuk menjaga lidah karena :"sak dowo-dowone dalan jik kalah dowo karo ilat"kalo klo yg trakhir tuh di kutip dari kitab " KURNGOK " by Joyo siwek....hehehe..
    mantep juragan.tak tunggu...

    zyiroyz said...

    salam kenal.....

    Nice share...
    :D

    Berbagi Ilmu Pengetahuan said...

    @rama : bener jg tuh kata pepatah bro...krn mulut harimau tuh bau...bhaaahahaaaay *peacebro ;)

    @cinta : sama2

    @binkbenk : ur welcome bro

    @jiah : sama2 & thanx's dah komen

    @katils : bener tuh...lidah memang lbh tajam drpd pedang ;)

    @srulz : yg penting...'jd diri sendiri' aja ;)

    @faisal : bener sekali...berhati2 dlm menilai pendpt org adl cermin kematangan jiwa :)

    @herdoni : wow...bener sekali bro, ane setuju sekali dng komen ente yg mantab abis itu...fufufuuuu ;)

    @bengkel : thanx's mas bro ;)

    @abi : memang jaman sekarang banyak yg spt itu bro :D

    @naya : sama2 sist ;)

    @farixantips : bener sekali bro...apalagi kl mulitnya harimau ato buaya, pasti jd senjata yg bener2 mematikan...bhaaahahaaaaa *peace

    @rouen : thanx's

    @joyodrono : bhaaahahaaay...ane suka semua lagu itu bro...mantaaab ;)

    @zhirozy : slm knl jg, thanx's :D

    tricajus said...

    beneran artikelnya sangat berkualitas, sangat nyaman untuk disimak :))

    Post a Comment

    Blog ini sudah dofollow silakan komentar di bawah ini

    TUKAR LINK
    Silahkan bagi sobat blogger yang berminat tukar link dengan blog ini, tinggal copas aja kode yang ada di bawah ini. Untuk syarat2nya bisa dibaca di sini, bagi para sobat blogger yg ingin ngecek linknya silahkan lihat di bawah ini :



     

    Blog'e Cah Nganjuk Copyright © 2011 -- Template Powered by Blogger