• 1. 6 Alasan Pengunjung Membenci Blog Anda
  • 2. Cara Menigkatkan Trafik Dan Pagerank Dengan Jutaan Pengunjung
  • 3. Cara Meningkatkan Pagerank Dan Jumlah Pengunjung Dengan Link Refferal
  • 4. 7 Cara Agar Website Muncul di Halaman Pertama Google
  • 5. Tips Gratis Meningkatkan Traffic Blog
  • 6. Blog paling di benci pengunjung dan google
  • 7. 8 Alasan Pengunjung Menyukai Blog Anda
  • 8. Cara Memasang Widget Live Traffic Feed Feedjit di Blogger
  • 9. Cara Memasang Widget Histats di Blogger
  • 10. 4 Cara Agar Blog Ramai Pengunjung
  • 11. Cara Membuat Blog Dofollow (Untuk blogger yang ingin meningkatkan posisi SERP blog mereka)
  • 12. Dofollow (backlink yang bisa membantu sebuah web/blog untuk meningkatkan pagerank)
  • 13. Membuat Tab View Sederhana Di Sidebar
  • 14. Cara membuat Kotak Tukaran Link / Link Excange di Blog
  • 15. 5 Keuntungan Membacklink Postingan Orang Lain
  • 16. Rahasia Blog Berbahasa Indonesia Go Internasional
  • 17. Rahasia Mendapatkan 100 Pengujung Blog Perhari
  • 18. Perbedaan Blog Dofollow dan Blog Nofollow
  • 19. Meratatengahkan Judul Pada Widget Blog
  • 20. Menyatukan Beberapa Widget Dalam Satu Tempat Dengan Efek Marquee
  • 21. Cara Membuat Kotak Kode HTML Dengan Warna Pada Postingan
  • 22. Daftar Adsense tanpa Blog
  • 23. Membuat Menu Navigasi Slide Horizontal Blogspot
  • 24. Cara Agar klik kanan disable atau NO COPAS
  • 25. Tips Mendongkrak Alexa Rank Blog Anda
  • 26. Tampilan Baru Blogger
  • 27. Cara Mengembalikan Permanen Link yang Asli
  • 28. Cara Menambahkan Judul Posting dibelakang Baca Selanjutnya(Read More) di Blogger
  • 29. Cara Membuat Gadget "Follow by Email" di Blogger
  • 30. Cara Membuat Kotak "Like" Facebook Di bawah Postingan Pada Blogspot
  • 31. Cara Membuat Related Posts Untuk Blogger
  • Wednesday, November 30, 2011

    EYES ON SUCCESS


    "Seorang yang penuh syukur akan berterimakasih dalam segala situasi. Seorang pengeluh akan tetap mengeluh sekalipun ia hidup di dalam surga"

    Suatu hari saya berniat pergi ke sebuah kantor dengan menggunakan taxi. Tidak lama kemudian taxi tersebut terhenti di persimpangan lampu merah. Saat itu cuaca sangat panas, namun tiba-tiba saya merinding; bukan karena saya melihat hantu, tetapi justru karena saya melihat seorang bapak tua yang berdiri tegar berjalan dengan satu kaki yang di bantu tongkat penyangga separuh tubuhnya yang terkena stroke dan tangan kirinya membawa kacang goreng yang ditawarkan di sepanjang lampu merah tersebut. saya terus mengamatinya dari jauh hingga hampir mendekat dimana taxi saya berhenti. Cuaca tak bersahabat yang membakar kulit tak menyurutkan bapak tua itu untuk terus mencari uang walaupun dari deretan mobil paling depan tidak ada satupun yang membeli barang dagangannya.

    Di lain kesempatan saya pernah menyaksikan ada seorang buta yang berjualan krupuk di sekitar lampu merah di tempat yang sama saat saya melihat penjual kacang goreng tadi. Memang saya pernah mendengar dari orang sekitar kalau ada seorang yang berjualan krupuk namun cacat. Dan tahukah Anda bagaimana ia memulai aktivitasnya? Tanpa bantuan dari siapapun, ia mulai berjualan ditemani tongkat tua yang menuntunnya di sepanjang jalan yang sangat terik itu tanpa mengeluh.

    Apa perasaan saya ketika melihat kedua orang itu? Jujur, saya pribadi malu ketika saya yang dalam kondisi lebih baik dari mereka terkadang justru bersikap tidak sesempurna mereka. Mereka adalah petarung yang sebenarnya. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang petarung sejati adalah mengakui keadaan dirinya sendiri.

    Moral cerita yang ingin saya katakan adalah apakah yang akan Anda lakukan terhadap diri Anda yang sempurna ini? Maukah Anda mengakui bahwa tubuh Anda yang sempurna adalah tidak sempurna? Dewasa ini dalam keadaan yang semakin sulit, mungkin saja ada orang yang malu mengakui kekurangannya, tapi bagaimana dengan Anda? Pengalaman ini merupakan sebuah cermin bagi siapa saja termasuk saya karena saya pun mengalami keterpurukan. Banyak cibiran, perendahan, dan bahkan penghinaan yang saya terima dahulu. Namun semua bentuk hinaan itu justru membakar jiwa saya untuk mengeluarkan potensi terbaik dengan bekerja keras dan ketekunan itu telah merubah segalanya. Sukses juga memiliki mata sekalipun ia tidak memiliki mata secara harafiah. Seperti dua orang luar biasa yang saya uraikan di atas, keterbatasannya bukan merupakan pembatas baginya untuk terus berkarya dalam ketidakpastian dunia ini. Apa yang mereka lakukan untuk terus berjuang habis-habisan senada dengan 6 kunci produktifitas dari Brian Tracy.

    1. Kerja keras.
    Penjual kerupuk dan kacang goreng telah melakukan sebuah kebiasaan brilliant yang tidak semua orang sadari dan lakukan yakni kerja keras. Percayakah Anda jika merekapun membutuhkan waktu untuk membangun kebiasaan mereka untuk bekerja keras? Anda harus percaya karena tidak ada sesuatu yang sifatnya kebetulan. Air hujan pun tidak pernah turun secara kebetulan bukan?

    2. Bekerja dengan cepat.
    Banyak dari kita bereaksi sangat lambat atau bahkan tidak bereaksi sama sekali terhadap peluang yang sangat besar yang berada dihadapan kita. Mungkin Anda menganggap saya bercanda, tapi tunggu dulu saya akan berikan bukti kepada Anda dengan beberapa pertanyaan dan kemudian Anda jawab. Berapa banyak orang yang Anda bantu ketika Anda di minta bantuan oleh orang lain? Saya tidak mengatakan kalau Anda tidak mau membantu, tapi kenyataan yang ada adalah kebanyakan reaksi spontan yang sangat cepat terjadi untuk menolak entah dengan berbagai cara. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kedua penjual itu. Mereka menyadari bahwa keterbatasannya memaksa mereka untuk bekerja lebih cepat dan lebih keras dari orang yang memiliki fisik normal, karena jika tidak maka mereka tidak bisa bertahan hidup.

    3. Bekerja dengan cerdas.
    Banyak orang rata-rata sibuk atau bahkan menyibukkan diri mereka agar tampak seolah mereka benar-benar sibuk. Sadarkah Anda bahwa apa yang mereka sedang lakukan adalah membunuh diri mereka secara perlahan tanpa mereka sadari. Benjamin Tregoe menuliskan bahwa "Penggunaan waktu yang sangat buruk adalah melakukan dengan baik sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan". Kedua petarung jalanan diatas menyadari sepenuhnya bahwa penggunaan waktu untuk bekerja dengan cerdas adalah kunci mendapatkan uang.

    4. Bekerja dengan kekuatan Anda.
    Tahukah Anda dimanakah kekuatan sejati Anda terlihat? Kekuatan sejati Anda yang sebenarnya terlihat justru dalam keadaan-keadaan yang kritis. Kita yang memiliki tubuh normal seringkali tidak mengetahui kekuatan besar yang ada didalam diri. Apakah mudah bagi seorang yang tidak mampu melihat untuk berjualan dijalanan? Apakah mudah bagi seorang tua yang terkena stroke untuk berjualan kacang goreng? Tidak mudah bukan? Mereka bekerja dengan kekuatan mereka sendiri dengan memulai melangkah seberat apapun demi kelangsungan hidup mereka. Kekuatan mereka telah memungkinkan mereka untuk bekerja dan melakukan sesuatu lebih cepat dan baik ketika merespon pembeli. Semakin banyak waktu yang Anda gunakan untuk melakukan sesuatu, Anda akan semakin baik dalam melakukan aktivitas tersebut.

    5. Bekerja dengan lebih efisien.
    Percayakah Anda jika kedua penjual jalanan yang saya uraikan itu benar-benar melakukan sesuatu yang mencengangkan? Banyak penjual asongan di jalan tidak melakukannya. Kebanyakan mereka berjualan pada jam-jam sibuk atau saat istirahat kantor. Namun justru apa yang dilakukan kedua penjual ini justru berjualan disaat yang sebaliknya karena pada jam-jam sibuk para pengguna jalan berfokus kepada tujuannya agar mereka dapat sampai dengan segera sedangkan pada situasi biasa sangat memungkinkan pengguna jalan untuk lebih memperhatikan keadaan disekitarnya sehingga memungkinkan produk mereka di beli. Disini, penjual jalanan itu telah membuktikan bahwa kerja cerdas dan efisien jauh lebih mendatangkan keuntungan.

    6. Bekerja lebih baik.
    "If better is possible, Good is not enough", tentu Anda tidak asing dengan sebuah pepatah klasik yang sarat makna ini. Pepatah tersebut menekankan dengan jelas, jika Anda melakukan sesuatu dengan baik saja itu tidaklah cukup karena kompetitor Anda melakukan sesuatu yang jauh lebih dahsyat dari apa yang Anda lakukan. Seorang Bapak penjual kacang goreng dan penjual krupuk juga mengalami kompetisi yang serupa dan bahkan lebih keras karena keadaan mereka. Mereka bersaing justru dengan orang-orang yang normal secara fisik dan harus bekerja lebih baik.

    Dr. Victor Frankl mengatakan terdapat empat kelompok pekerjaan yang dapat Anda lakukan. Pertama, pekerjaan yang sulit untuk di pelajari dan sulit untuk dilakukan; kedua, pekerjaan yang sulit untuk dipelajari namun mudah untuk dilakukan; ketiga, pekerjaan yang mudah untuk dipelajari namun sulit dilakukan, dan yang terakhir keempat adalah pekerjaan yang mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dilakukan.

    Dari keempat kelompok pekerjaan diatas, Anda tentu dapat menilai berada di manakah keberadaan Anda saat ini dan Anda mengerti kelompok pekerjaan yang mana yang menghasilkan sesuatu yang spektakuler? Ya, Anda benar. Anda harus mengambil pekerjaan yang sulit bahkan yang sangat sulit untuk dilakukan karena pasti kelompok pekerjaan ini sangat dijauhi oleh kebanyakan orang. Seperti ungkapan seorang John F Kennedy ketika melontarkan ide luar biasa mendaratkan manusia ke bulan dan membawanya kembali dengan selamat ke bumi bahwa "Ia melakukannya justru bukan karena hal itu mudah, tetapi justru karena hal ini sangat sulit".

    Semoga bermanfaat.

    Salam Achiever!!! Dengan semangat I Believe I Can Fly!

    Artikel oleh : Davit Setiawan (Penulis Buku I Believe I Can Fly dan Co-Author Bapak Darmadi Darmawangsa, M.Sc., C.Eng.).

    Thursday, November 24, 2011

    THE POWER OF FOCUS


    "Anda tidak bisa menyeberangi laut hanya dengan memandang airnya saja."(Rabindranath Pagore)

    Di suatu kesempatan, ada seseorang bertanya kepada saya : "Pak, mengapa hidup saya ini semakin berat?". "Wow", itu adalah suara dalam hati saya. Jujur saya terkejut karena 2 hal. Pertama, saya tidak mengenal orang itu dan mungkin saja orang itu tidak mengenal saya. Kedua, mengapa orang itu tiba-tiba bertanya kepada saya padahal disana terdapat banyak orang.

    Dalam kesempatan itu, segera saya mengilustrasikannya demikian. "Pernahkah Anda mengangkat sebuah barbel 2kg? Bagaimana rasanya?". Orang itu menjawab, "Ringan". Sambil tersenyum saya berkata : "Great. Cobalah Anda angkat barbel ringan itu setiap hari mulai hari ini hingga satu minggu ke depan setelah itu temuilah saya".

    Seminggu kemudian orang itu benar-benar menemui saya dan mengatakan, "Pak, barbel itu terasa semakin berat". "Oya?", tanya saya. "Ya Pak, sangat terasa berat". Mengapa barbel 2 kg itu semakin hari semakin berat? Tentu bukan barbelnya yang memiliki berat bertambah, namun sebaliknya kemampuan Anda yang semakin hari justru sama atau bahkan semakin berkurang tanpa Anda sadari sehingga seolah-olah barbel yang sama memiliki berat yang berbeda.

    Hal yang ingin saya simpulkan dari ilustrasi diatas adalah bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa didalam perjalanan mereka semakin hari mereka semakin terpendam dengan rutinitas mereka sehingga hidup menjadi semakin berat, berat dan bertambah berat. Mengapa hal itu terjadi? Mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya? Hal itu terjadi karena kebanyakan orang berfokus kepada sesuatu yang salah sekalipun mereka sadar hal itu salah. Perhatikanlah, jika orang itu berfokus kepada seberapa besar kekuatan yang ia akan dapatkan setelah mengangkat barbel itu dengan rutin selama satu minggu maka ia tidak akan mengatakan barbel itu semakin berat. Barbel itu semakin berat karena orang itu berfokus justru kepada beban yang ia harus angkat setiap hari yang tanpa disadari fokusnya menyebabkan kekuatannya tidak bertumbuh.

    Demikian halnya dengan diri kita. Rutinitas kita disadari atau tidak sangat mungkin sekali membenamkan kemampuan kita untuk tumbuh. Namun, sadarilah bahwa cara yang sama hanya akan menghasilkan suatu hasil yang sama. Jika Anda menginginkan hasil yang berbeda maka Anda harus menggunakan cara yang berbeda. Anda harus "Change" dan setelah itu Anda "Growth". Anda tidak akan tumbuh selama Anda tidak merubah fokus Anda.

    Hey remember, what you focus on, GROWTH!
    Salam Achiever! Dengan semangat I Believe I Can Fly!

    Artikel oleh : Davit Setiawan (Penulis Buku I Believe I Can Fly dan Co-Author Bapak Darmadi Darmawangsa, M.Sc., C.Eng.).

    Monday, November 21, 2011

    ANTARA LIDAH, PERKATAAN, DAN PERBUATAN


    Berbicara. Sungguh sebuah kosa kata yang sederhana. Setiap hari kita mengucapkan kata-kata, sehingga sama sekali tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Tetapi, mengapa ada orang yang dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk berbicara selama satu atau dua jam saja? Ada orang yang dicintai karena perkataan-perkataannya. Dan ada orang yang dibenci karena ucapan-ucapannya. Oleh sebab itu, kesederhanaan dibalik makna 'berbicara' pastilah memiliki keistimewaan yang layak untuk kita renungkan.

    Berbicara bukanlah sekedar keterampilan memainkan lidah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melainkan juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, juga mempengaruhi orang lain. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar berbicara secara efektif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

    1. Berbicaralah yang baik, atau diam saja.
    Sungguh beruntung orang-orang yang dapat menjaga lidahnya untuk tetap diam, daripada mereka yang rajin mengucapkan perkataan yang tidak memiliki manfaat apa-apa. Resiko tertinggi orang yang diam adalah 'disebut orang pasif'. Sedangkan resiko terrendah bagi orang yang banyak bicara adalah disebut 'orang yang banyak omong'. Manfaat terbesar bagi orang yang diam adalah 'tidak dibenci oleh orang lain'. Sedangkan manfaat terbesar bagi orang yang berbicara adalah; 'pahala yang mengalir atas kata-katanya yang baik'. Maka berbicaralah yang baik-baik karena pahala kebaikannya sangat besar. Atau kalau tidak bisa mengucapkan perkataan yang baik, maka sebaiknya ya diam saja.

    2. Selaraskanlah antara perkataan dengan perbuatan.
    Perhatikan orang-orang yang tidak selaras antara perkataannya dengan perbuatannya. Betapa banyak contoh orang seperti itu dihadapan Anda. Dan Anda tahu betul bahwa orang lain sudah tidak lagi mempercayai mereka. Ketika seseorang mengatakan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain, namun dirinya sendiri berperilaku sebaliknya; maka orang tidak lagi mempercayai kata-katanya. Karena ketidakselarasan menyebabkan hilangnya kepercayaan. Jagalah keselarasan antara perkataan dan perbuatan, maka Anda akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang disekitar Anda.

    3. Gunakanlah perkataan untuk mengajari diri sendiri.
    Orang-orang yang terlalu banyak berbicara – saya, misalnya – memiliki kecendrungan untuk mengajari atau mengajak orang lain melalui perkataan yang yang diucapkannya. Sayangnya sering lupa untuk mengajari diri sendiri. "Jujurlah!" katanya. Tetapi dia sendiri tidak jujur. Ini menandakan bahwa dia gagal mengajari dirinya sendiri. Motivasi saya saat mengatakan sesuatu adalah mengajari diri sendiri. Ternyata sangat berat untuk belajar sendirian, makanya saya membagi pelajaran bersama orang-orang yang saya cintai. Itulah sebabnya sambil mengajari diri sendiri, saya berbagi pelajaran itu dengan Anda.

    4. Tebuslah perkataan dengan pendengaran.
    Ada ruginya juga memposisikan diri sebagai orang yang paling banyak berbicara. Kita sering tidak sempat mendengar perkataan orang lain. Boleh jadi perkataan kita bukanlah hal terbaik dalam satu urusan tertentu. Namun karena kita tidak bersedia mendengarkan perkataan orang lain; maka kita kehilangan pelajaran berharga. Sungguh beruntunglah orang yang selain berbicara, dia juga bersedia mendengar. Selain ilmunya bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia sendiri bisa menarik manfaat dari pelajaran yang ditebarkan oleh orang lain.

    5. Yakinlah jika setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.
    Kita sering mengira bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita akan menguap begitu saja. Kenyataannya perkataan yang kita ucapkan beberapa tahun lalu, masih diingat oleh orang lain. Sungguh beruntung jika kata-kata itu baik. Namun sungguh rugi kita jika kata-kata itu buruk. Setiap kata yang baik, menghasilkan pahala yang baik. Namun, setiap perkataan buruk pasti akan dibalas dengan imbalan yang juga buruk. Bahkan, guru spiritual saya mengatakan; "Betapa besarnya murka Tuhan kepada orang yang mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan perbuatannya." Maka yakinlah, setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.

    Keterampilan berbicara bukanlah monopoli mereka yang berprofesi sebagai pembicara publik. Setiap orang patut memiliki keterampilan berbicara yang baik. Satu hal yang perlu diingat adalah; berbicara tidak selalu berarti mengucapkan sesuatu dengan lidah kita. Melainkan juga menunjukkan tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita bisa berbicara dengan nyaring, namun perbuatan kita berbicara lebih nyaring dari kata-kata yang diolah oleh lidah kita.

    Wednesday, November 16, 2011

    NILAI DIRI ANDA


    Seberapa BESAR atau KECILkah NILAI DIRI Anda…?

    Beberapa waktu yang lalu, sewaktu memberikan pelatihan di sebuah bank swasta terkemuka di Indonesia, saya bertemu dengan Office Boy (OB) mantan bawahan saya. Saya masih mengingatnya karena ‘performance’-nya termasuk yang di bawah rata-rata. Datang seringkali terlambat, jam 3 sore dicari seringkali sudah tidak di tempat, ketika ada tamu seringkali orangnya menghilang.

    Jadi mudah bukan untuk membuat atasan mengingat anda: jadilah yang terbaik (di atas rata-rata) atau jadilah yang terburuk (di bawah rata-rata)! Karena sudah banyak orang rata-rata, makanya atasan sulit untuk mengingat.

    Saya menyapanya dan bertanya tentang dirinya, pekerjaannya, keluarganya, dan kehidupannya sekarang. Mungkin sudah banyak perubahan karena sudah hampir 10 tahun kami berpisah (ketika itu saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah Pasca Sarjana di Inggris).

    Ternyata, I was very suprised, saat inipun dia masih bekerja sebagai seorang OB dengan penghasilan tidak beda jauh dari penghasilannya 10 tahun yang lalu.

    Dia mulai berkeluh kesah: hidup ini susah, cari pekerjaan sulit, kebutuhan pokok selalu melambung padahal gaji naik hanya sedikit, atasan tidak fair (tidak pernah memberikan kesempatan), rekan kerja tidak pernah mendukung, dlsbnya.

    Sebelum dia curhat lebih lama, saya menyelanya: Semua itu adalah PILIHAN anda, anda yang membuat hal-hal yang disebutkan di atas terjadi! Dia KAGET?!

    Saya (S): Coba pikirkan ketika anda masih bekerja bersama saya dulu, sudahkah anda memberikan yang terbaik yang bisa anda berikan? Apakah anda berusaha untuk selalu memberikan lebih atau ketika OB lain memberikan lebih, anda mencibir dan menyebut mereka sebagai ‘penjilat’ atau orang yang tidak ‘realistis’?

    Dia (OB): Tapi kan kami dibayar hanya UMR, kami berada di posisi paling bawah dalam hierarki organisasi, ngapain kami memberikan lebih dari job desc yang ada?

    S: Nah itulah, ketika anda bilang ngapain memberikan lebih berarti saat itulah anda telah dinilai atau dicap tidak akan mampu untuk mengerjakan lebih dari job desc yang diberikan. Anda tidak akan pernah diberi kepercayaan lebih karena anda tidak pernah menunjukkan bahwa anda sebenarnya mampu.

    OB: Tapi kami kan hanya OB, mana mungkin untuk naik jabatan. Sekali OB pensiunnya juga OB bukan?

    S: Kata sapa? Apakah anda pernah bertemu dengan Tuhan dan Dia mengatakan bahwa nasib anda adalah sebagai seorang OB hingga anda pensiun? Kalau anda mau tahu, ada seorang OB seperti anda, yang pendidikannya hanya SMA, tapi dalam waktu 19 tahun bisa menjadi seorang Vice President bank asing terkemuka di Indonesia. Anda kaget?

    OB: Tapi kalau saya melakukan dan memberikan lebih nanti saya disebut ‘penjilat’ atau ‘carmuk’ (cari muka) oleh rekan-rekan saya? Gimana dong?

    S: Itulah yang membedakan orang rata-rata dengan orang di atas rata-rata. Orang rata-rata akan mencari alasan dan pembenaran diri untuk menyesuaikan GOAL yang ingin dicapai dengan kemampuan dirinya, sama seperti anda saat ini. Anda mencari 1001 alasan untuk membenarkan dan men-justifikasi perilaku, tindakan, dan kebiasaan anda, bahwa sebagai seorang OB ngapain bekerja dan memberikan lebih. Kan nasib anda hanya OB dan pensiun juga sebagai OB, betul bukan?

    Beda dengan orang di atas rata-rata, mereka akan menyesuaikan KEMAMPUAN dengan goal yang sudah mereka tetapkan sebelumnya. Mereka akan terus meng-upgrade kemampuan untuk mencapai target dengan lebih cepat dan lebih baik. Mengapa anda tidak menggunakan 1001 alasan tadi untuk membantu anda untuk mencapai target atau tujuan hidup anda?

    Buat 1001 alasan mengapa dan bagaimana anda harus mencapai target anda dibanding membenarkan dan men-justifikasi kenapa saya tidak berhasil!

    OB: Termasuk memberikan dan mengerjakan lebih dari job desc yang diberikan?

    S: Yesss! Ketika anda memberikan dan mengerjakan lebih dari nominal gaji anda yang dibayarkan berarti anda meningkatkan NILAI DIRI anda. Terus tingkatkan NILAI DIRI anda sehingga rekan kerja, atasan, bawahan, bahkan orang di luar organisasi tahu nilai diri anda! Ketika nilai diri anda luar biasa, orang lain yang akan ‘hunting’ dan memburu anda, bahkan berlomba-lomba untuk merekrut anda.

    Sebaliknya ketika anda mau resign karena tidak ada kecocokan dan atasan sama sekali tidak berusaha menahan anda berarti nilai diri anda lebih rendah dibanding nomimal gaji yang dibayarkan. Ngapain atasan harus menahan anda yang di bawah rata-rata? Di luar sana ada jutaan pengangguran yang siap dan mau memberikan lebih dibanding anda.

    Seorang rekan yang sewaktu bekerja di bawah pimpinan saya, terus menerus mengeluh, komplain, dan tidak puas dengan gaji yang dibayarkan serta fasilitas yang diberikan. Ketika dia resign, saya tidak menahannya. Sekarang dia sudah menganggur hampir 1 tahun. Dia mencoba untuk berusaha tetapi ternyata hasil yang diperoleh tidak mencukupi biaya hidup keluarganya. Menunjukkan apa? Bahwa ternyata gaji yang saya bayarkan saat itu melebihi nilai dirinya (over paid), bukan?!

    Jadi di sini, saya hanya memprovokasi anda: kerjakanlah dan lakukanlah melebihi nominal gaji yang dibayarkan sehingga otomatis anda meningkatkan nilai diri anda! atau sebaliknya, mengambil sikap sebagai penonton, menjadi ‘komentator’ yang setia, mencibir orang lain sebagai ‘penjilat’ atau ‘tidak realistis’, dan membenarkan serta men-justifikasi perilaku, tindakan, kebiasaan, dan belief anda yang kurang bermanfaat sehingga otomatis anda menurunkan nilai diri anda!

    The choice is yours!

    Artikel oleh : Putera Lengkong, MBA, LMNLP, CHt (Pembicara Seminar, Trainer, Coach, Therapist)

    Tuesday, November 15, 2011

    Melakukan Lima Usaha Marketing


    Perlu diketahui bahwa yang paling penting adalah mempraktikkan apa yang telah saya tuliskan. Karena jika tidak pernah praktik, kita pun tidak pernah bisa mendapatkan hasilnya. Setelah calon konsumen menjadi konsumen, langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk memperbesar pembelian per konsumen, yang antara lain dapat dilakukan dengan cara :

    1. Menaikkan Harga (rating 5:5)
    Menaikkan harga sesuai dengan kondisi pasar akan sangat efektif sebagai suatu langkah memperbesar pembelian per konsumen. Apabila produk Anda telah benar-benar dapat diterima para konsumen, dan mereka sangat menyukainya, apalagi untuk produkproduk yang eksklusif atau merupakan produk yang mempunyai nilai tambah yang menarik, maka Anda dapat secara bertahap menaikkan harganya.

    2. Cross Sell (rating 5:5)
    Tawarkan lebih dari yang konsumen cari. Kita bisa memberikan penawaran sesuatu produk yang lainnya setelah konsumen melakukan suatu pembelian produk tertentu.Salah satu jurus handal telah diterapkan Mc Donald's, KFC, A&W, dan restoran cepat saji besar lainnya untuk memperbesar pembelian per konsumennya adalah, kalau kita datang di restoran-restoran tersebut, kemudian misalnya kita hanya ingin membeli ayam goreng, maka dengan segera pelayannya akan menawarkan kepada kita "Kentangnya Pak?",setelah itu "Es krimnya Pak?" dan sering kali masih dilanjutkan dengan "Supnya Pak?".

    Teknik menawarkan seperti itu ongkosnya gratis tapi hasilnya bisa miliaran dolar AS per tahunnya di seluruh dunia.Ketika saya menyurvei di salah satu restoran cepat saji, saya menanyakan, "Berapa persentase keberhasilan dengan teknik penawaran seperti itu?"Jawabnya "Bisa mencapai 70 hingga 80%".Sehingga kalau mereka tidak menawarkan dengan teknik seperti itu, mereka akan kehilangan omzet 70 hingga 80 %!

    3. Tawarkan Paket (rating 5:5)
    Kita dapat memberikan suatu paket pembelian. Misalnya untuk satu paket seminar (dari tingkat dasar hingga ahli) kita akan memberikan sejumlah potongan harga tertentu. Dengan salah satu syaratnya mereka membayar di muka.Atau misalnya kita menjual paket servis mobil,hanya dengan membayar 10 kali konsumen akan mendapatkan servis mobil sebanyak 12 kali, dengan syarat membayar di muka.

    4. Beri Check List (rating 5:5)
    Misalnya ketika seorang konsumen membeli produk-produk perlengkapan bayi, berikan kepadanya check list semua item keperluan bayi. Sehingga setelah diberikan cek list, yang pada awalnya merekahanya maumembeliminyaktelon, tetapi dengan adanya cek listmereka akan ingat bahwa mereka juga membutuhkan popok bayi, kapas, dan lain-lain.Dengan adanya cek list,konsumen bisa membeli jauh lebih banyak.

    5. Ubah Lay Out (rating 3:5)
    Ternyata penjualan yang tertinggi adalah layout/susunan raknya yang ada di depan atau setinggi mata

    6.Impulse Buying (rating 4:5)
    Dekatkan produk-produk yang saling berkaitan, misalnya senter dekatkan dengan baterai.Kuas dekatkan dengan cat. Salah satu contoh yang telah saya praktikkan di toko buku Toga Mas adalah dengan mendekatkan buku anak-anak dengan buku resep masakan, sehingga buku resep makanan menjadi cepat terjual karena ternyata banyak ibu yang mengantarkan anaknya untuk membeli buku, dan secara otomatis mereka tertarik dengan berbagai buku resep baru yang diletakkan di dekat bukubuku anak tersebut.

    Monday, November 14, 2011

    BUANGLAH 5 FAKTOR PENGHAMBAT KARIR ANDA!


    Setiap orang yang hidupnya bergantung kepada gaji adalah seorang buruh; sekalipun pangkatnya direktur utama. Mengapa para direktur tidak ikut-ikutan demonstrasi untuk memperingati tanggal 1 Mei sebagai hari buruh? Karena, orang yang karirnya bagus tidak lagi disebut buruh. Sedangkan mereka yang karirnya buruk, biasanya memang disebut sebagai buruh. Jika Anda seorang karyawan; maka pastikanlah bahwa Anda memang layak untuk tidak menyandang gelar sebagai buruh. Bagaimana caranya?

    Sederhana saja; bangunlah karir Anda sampai ke titik dimana Anda layak dihormati dan dihargai tinggi. Agar bisa membangun karir dengan baik, maka Anda harus membuang jauh-jauh mental ‘b-u-r-u-h’. Mengapa demikian? Karena mental b-u-r-u-h itu menyimpan 5 faktor penghambat karir yang sangat mematikan. Apa sajakah kelima faktor itu? Berikut ini uraiannya.

    1. B=Bersembunyi dibalik topeng ‘nasib’. Baik atau buruknya karir seseorang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nasib. Perhatikan para pekerja gagal. Mereka menganggap bahwa mandeknya karir dan bayaran mereka sudah menjadi nasib sehingga tidak terdorong untuk menggeliat bangkit dari posisi rendahnya. Walhasil, dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan jabatan dan pendapatan signifikan yang mereka dapatkan. Jadilah karyawan yang berani berjuang untuk memperbaiki karir sendiri karena nasib selalu mengikuti ikhtiar yang Anda lakukan.

    2. U=Ulet hanya ketika diawasi oleh atasan. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak sekali karyawan yang ulet, gigih, dan giat hanya ketika ada atasannya saja. Tapi saat atasannya tidak ada; mereka berleha-leha atau mengerjakan sesuatu yang tidak produktif pada jam kerja. Para pegawai berdasi pun banyak yang memiliki perilaku seperti ini. Padahal, sikap seperti ini jelas sekali menunjukkan jika mereka tidak layak untuk mendapatkan tanggungjawab yang lebih besar. Jadilah karyawan yang bisa diandalkan, baik ada atau tidaknya atasan; karena kualitas seseorang dinilai dari tanggungjawab pribadinya ketika dia sedang sendirian.

    3. R=Rendah diri. Kita sering keliru menempatkan kerendahan hati dengan sifat rendah diri. Ketika berhadapan dengan senior atau orang yang pendidikannya lebih tinggi, kita merasa kecil sekali. Padahal sebagian besar manager atau direktur pada mulanya adalah orang-orang yang menduduki posisi rendah seperti kebanyakan karyawan lainnya. Sifat rendah diri mengungkung orang dalam kotak inferioritas sehingga kapasitas dirinya tidak terdaya gunakan. Jadilah karyawan yang rendah hati, karena mereka yang rendah hati memiliki kualitas diri yang tinggi, namun tetap bersikap arif, positif dan konstruktif.

    4. U=Unjuk rasa melampaui unjuk prestasi. Unjuk rasa tidak selalu harus turun ke jalan. Protes soal kenaikan gaji adalah contoh nyata unjuk rasa yang sering terjadi di kantor-kantor. Menggunjingkan atasan dan managemen di kantin atau toilet juga merupakan bentuk unjuk rasa yang tidak sehat. Perhatikan para karyawan yang tidak puas dengan kebijakan perusahaan. Mereka berkasak-kusuk sambil mengkorupsi jam kerja. Padahal, itu semakin menunjukkan kualitas buruk mereka. Jadilah karyawan yang rajin unjuk prestasi, karena prestasi membuka peluang untuk mendapatkan kesempatan dan pendapatan yang lebih besar.

    5. H=Hitung-hitungan soal pekerjaan dan imbalan. Banyak sekali karyawan potensial yang akhirnya gagal membangun karirnya hanya karena merasa tidak dibayar dengan pantas. “Kalau gua digaji cuma segini, ngapain mesti kerja keras?’ begitu katanya. Padahal, sikap seperti itu tidak merugikan perusahaan lebih dari kerugian yang dialami oleh orang itu sendiri. Mereka membuang peluang untuk mengkonversi potensi dirinya menjadi karir yang cemerlang. Jadilah karyawan yang berfokus kepada kontribusi yang tinggi, karena bayaran atau imbalan akan mengikutinya kemudian.

    Jika Anda mampu membuang mental ‘b-u-r-u-h’ yang sudah saya jelaskan diatas, maka Anda tidak akan menjadi buruh rendahan. Sebaliknya, Anda akan menjadi karyawan yang ketika pensiun nanti; memiliki sesuatu yang layak untuk dibanggakan.

    Thursday, November 10, 2011

    6 KAPASITAS KREATIF


    Peradaban manusia melalui jaman agraris, industri, informasi dan kini jaman kreatif. Kita dituntut menguasai kemampuan unik di setiap jaman agar bisa bersaing. Apa kemampuan agar kita bisa bersaing di jaman kreatif?

    Generasi kakek kita mengidamkan bekerja di sebuah gedung mulai dari pertama kerja hingga pensiun. Generasi ayah kita mengidamkan pekerjaan tetap yang rutin bekerja dari jam 8 hingga jam 17. Tapi generasi saat ini berharap pekerjaan yang fleksibel, tidak monoton dan bisa mengekspresikan potensi diri.

    Kita hidup dalam jaman yang terus bergerak dan mengalami perubahan. Jaman kakek kita bukan jaman ayah kita dan bukan jaman kita. Jaman kakek nenek kita hanya negara yang mampu mengglobal dalam bentuk penjajahan (Globalisasi 1.0). Jaman ayah kita hanya perusahaan besar yang mampu mengglobal dalam bentuk ekspansi pasar (Globalisasi 2.0).

    Dalam era industri dan informasi, dunia kerja itu rutin, sistematis dan efisien. Kemampuan otak kiri sangat dibutuhkan untuk itu. Pekerjaan mencari siapa yang bisa mengerjakan lebih cepat dan lebih murah. Oleh karena itu, sistem pendidikan dan organisasi kerja kita didesain untuk memenuhi kebutuhan kedua jaman tersebut.

    Jaman kita? Setiap orang bisa mengglobal berkat internet dan media sosial. Setiap orang bisa berkreasi dan mengekspresikannya secara luas. Inilah jaman kreatif. Inilah Globalisasi 3.0. Setiap jaman tersebut membutuhkan kapasitas yang berbeda untuk sukses.

    Tapi di jaman kreatif atau era konseptual, menurut, Daniel H. Pink dalam bukunya A Whole New Mind, dibutuhkan 6 kapasitas baru agar kita bisa bersaing. Enam kapasitas itu adalah sinergi antara otak kiri dan otak kanan yang melahirkan high concept – high touch. Enam kapasitas yang menuntut kita mengimajinasikan ulang sistem pendidikan, karir dan organisasi kerja kita.

    Daniel H. Pink, menuliskan buku A Whole New Mind, sebenarnya sebagai sebuah peringatan bagi bangsa Amerika Serikat agar tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa Asia. Nah, karena kita bisa baca buku itu, memgapa tidak kita belajar untuk menguasai 6 kapasitas itu sehingga bisa bersaing di jaman kreatif?

    Sekarang, apa saja 6 kapasitas kreatif itu?

    1. Bukan hanya fungsi tetapi juga DESAIN.
    Dalam membuat produk, jasa dan layanan tidak semata berpikir tentang fungsional. Bukan lagi sekedar membuat sebuah alat yang bisa digunakan untuk mendengarkan berita dan musik bernama radio. Tapi lebih dari itu, kita perlu mendesain radio yang indah, unik dan menyentuh emosi, seperti Radio Magno. Kita perlu kapasitas untuk berpikir desain.

    2. Bukan hanya argumen tetapi juga CERITA.
    Jaman kita telah dibanjiri oleh berbagai informasi dan data. Tidak cukup lagi meyakinkan orang dengan menggunakan argumen. Kesadaran akan diri dan menciptakan cerita jauh lebih efektif dalam menyentuh emosi orang lain.

    3. Bukan hanya fokus tetapi juga SIMPONI.
    Jaman industri dan informasi menuntut kita untuk fokus dan spesialisasi pada suatu bidang. Fokus tidak cukup lagi, kita dituntut mampu memandang gambaran besar dan mensintesakan berbagai sumber daya yang ada. Tidak cukup ahli di bidang fashion, tapi juga kemampuan mensinergikan dengan potensi lokal untuk menciptakan Jember Fashion Carnival.

    4. Bukan hanya logis tetapi juga EMPATI.
    Dalam era setiap orang tehubungan dengan orang lain, tidak cukup logika yang melandasi hubungan tersebut. Kita dituntut mengasah empati kita untuk memahami emosi orang lain. Kemampuan untuk mendengarkan, menghargai dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

    5. Bukan hanya keseriusan tetapi juga BERMAIN.
    Jaman industri dan informasi telah menuntut kita untuk bekerja serius dari pagi sampai malam. Keseriusan melahirkan efisiensi. Tapi jaman kreatif membutuhkan ide segar dari kita yang lahir justru ketika kita dalam keadaan bermain yang santai, relaks, dan penuh humor. Perhatikan saja kantor Google yang justru menyediakan banyak arena bermain.

    6. Bukan hanya akumulasi tetapi juga MAKNA.
    Jaman industri dan informasi membuat orang berlomba-lomba mengakumulasikan hasil kerja atau kekayaan. Ketika kekayaan didapat, seringkali justru perasaan kosong yang lahir. Pada jaman kreatif, orang-orang akan mengimbangi dengan upaya mengejar hasrat agar lebih berarti seperti gerakan sosial yang lahirkan makna hidup dan gerakan spiritualitas.

    Wednesday, November 9, 2011

    BERPIKIR BIJAKSANA


    Seorang pemburu pergi ke hutan membawa busur dan tombak. Di balik pohon dia menunggu sasarannya sambil berkhayal pulang membawa seekor rusa. Tak lama menunggu, seekor kelelawar besar yang kesiangan hinggap di pohon di depan si pemburu, namun ia mengabaikannya. Tidak lama, seekor babi lewat dan berhenti di sampingnya. Pemburu itu menggerutu berharap babi itu segera pergi.

    Setelah agak lama pemburu menunggu, tiba-tiba terdengar langkah kaki binatang. Ia mulai siaga, tapi ternyata... hanya seekor kijang. Iapun membiarkannya lewat. Baru setelah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tapi sang pemburu sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, "Rusa!" sehingga rusapun kaget dan lari sebelum ia menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

    Banyak orang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh yang diinginkannya. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu berharga. Tidak jarang orang-orang seperti itu akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

    Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa logika yang sehat. Tapi ingatlah bahwa Tuhan mengajarkan kita setia pada perkara-perkara kecil lebih dulu sebelum dipercayakan perkara yang besar. Dengan penuh hikmat, marilah kita belajar berpikir bijak sebelum mengambil keputusan.

    Orang bijak dapat melihat sesuatu yang berharga dalam setiap kesempatan yang ada. TETAP SEMANGAT dan SUKSES

    Tuesday, November 8, 2011

    5 Langkah Wujudkan Impian Anda

    Semua berawal dari sebuah impian. Tahukah Anda semua ciptaan dan perubahan hidup yang besar berawal dari satu impian. Bagaimana dengan hidup Anda? Apakah Anda sudah memiliki impian? Hal pertama untuk meraih semua apa yang Anda cita-citakan adalah Anda harus mempunyai impian. Apa yang ingin Anda capai dalam hidup ini?

    Saya akan share 5 Langkah sederhana untuk wujudkan semua impian Anda.

    Are you ready? Pasang sabuk pengaman Anda...

    Langkah #1: Tuliskan impian Anda dalam secarik kertas
    Tuliskan semua apa yang ingin Anda capai dalam 5 tahun mendatang. Pada saat Anda menulis, jangan batasi pikiran Anda, apapun yang terlintas di dalam pikiran Anda yang ingin Anda capai, tuliskan !

    Pada saat Anda menuliskan impian Anda, pada saat itulah Anda mengaktifkannya dalam pikiran bawah sadar Anda.So, tuliskan apa yang ingin Anda capai, Anda ingin menjadi apa 5 tahun yang akan datang, pola kehidupan seperti apa yang ingin Anda nikmati, Anda ingin travelling ke mana saja, dll.

    Paul Meyer pendiri SMI (Success Motivation Institute) mengatakan : "Jika Anda tidak puas dengan pola kehidupan Anda sekarang, itu dikarenakan Anda belum menulis dengan jelas impian di otak Anda."

    Impian adalah dorongan naluri manusia yang merangsang kita untuk selalu maju ke depan.

    Langkah #2: Jadikan impian Anda dalam bentuk gambar
    Pikiran bawah sadar kita akan lebih mudah menerima gambar daripada tulisan, jadi coba cari gambar / foto semua impian kita.

    Mempunyai impian saja tidak cukup, Anda harus tahu langkah-langkah bagaimana mewujudkannya, dan langkah kedua ini adalah langkah yang sering dilewati. Jadi, pastikan Anda melakukannya.

    Cari semua gambar impian Anda dan buat "papan impian" Anda, kemudian tempelkan semua gambar impian yang ingin Anda capai.

    Langkah #3: Visualisasikan impian Anda
    Setiap hari, pagi dan malam, visualisasikan impian Anda. Bayangkan dan rasakan semua impian sudah menjadi kenyataan dan Anda mengucap syukur atas semuanya. Bagaimana perasaan Anda ?

    Ingat, pikiran bawah sadar kita tidak bisa membedakan mana yang realita dan mana yang imajinasi. Tetapi ketika pikiran bawah sadar kita sudah menerima itu sebagai suatu kenyataan, maka ia akan menarik segala sumber untuk mewujudkannya.

    Napoleon Hill mengatakan : "Apapun yang bisa dibayangkan dengan jelas dan diyakini oleh pikiran kita, maka hal itu bisa dicapai."

    Langkah #4: Membuat rencana tindakan (Action Plan) dan selalu memperbaikinya.
    Dengan Action Plan yang jelas dan sempurna, plus tindakan yang efisien dan efektif, maka impian Anda pasti tercapai. "Untuk memastikan impian jadi nyata, Anda harus memiliki satu rencana tindakan yang realistis dan terlaksana." - Zig Ziglar

    Anda juga harus membuat analisa atas tindakan-tindakan Anda selama ini. Jika ada halangan yang kurang baik dan tidak sesuai dengan rencana awal Anda, buatlah penyesuaian.

    Langkah #5: Take Massive Action!
    Jika Anda ingin wujudkan impian Anda, satu hal yang pasti adalah Anda harus bertindak habis-habisan, actionbesar-besaran, sampai impian Anda benar-benar jadi kenyataan.

    Sekarang, bangun dari tempat duduk Anda, kejar impian Anda dan raihlah semua obsesi Anda. Action is Power! Karena ketika Anda bertindak, maka semua kesempatan dan kemungkinan itu akan jadi nyata.

    "All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them." -Walt Disney

    Pesan Saya :

    Ikuti 5 langkah sederhana ini, dan pastikan semua impian Anda jadi kenyataan. Langkah ini adalah kesimpulan dari apa yang saya pelajari tentang strategi mewujudkan impian dan sudah saya praktikkan sendiri. Dan terbukti semua yang saya impiankan bisa terwujud satu per satu jadi kenyataan.

    Ketika Anda sudah berhasil mencapai satu impian, beranikan diri Anda untuk bermimpi lebih besar lagi. Hidup ini penuh dengan tantangan yang harus kita hadapi dengan optimis, berjuang habis-habisan, sehingga kita bisa keluar sebagai pemenang.

    Selamat mengejar cita-cita dan impianmu, sukses selalu..

    SEE YOU AT THE TOP!

    Use Your Time Effectively

    "Yesterday is a canceled check: Forget it. Tomorrow is a promissory note: Don't count on it. Today is ready cash: Use it!" ~ Edwin Bliss


    Sering dengar istilah "let it flow"; ya boleh saja mengikuti garis kehidupan, bertumbuh menuju kedewasaan hidup. Namun, dalam kehidupan, waktu harus tetap diisi oleh hal-hal bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.

    Dalam setiap derap langkah untuk mengisi titik-titik kehidupan, diri kita sendirilah yang bertanggung jawab mengisinya. Kitalah yang menentukan arah pergerakan titik, menuju rangkaian tidak terputus, menjadi garis lurus kehidupan, atau garis yang tidak beraturan, berbelok dan berliku. Kitalah yang menentukannya. Kitalah yang bertanggung jawab atas kehidupan diri sendiri. Dan Tuhan pun akan menakdirkan kehidupan atas apa yang telah kita lakukan. Oleh karenanya, isi hari-haridengan langkah-langkah kebaikan, agar kita tidak menjadi manusia yang merugi.

    Jika kita lihat di jalan-jalan, tidak sedikit ruang dan waktu itu diisi oleh kehampaan dan kesia-siaan. Masih banyak anak-anak muda yang hanya duduk-duduk nongkrong di pinggir jalan, mabuk-mabukan. Mereka tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya: menggunakan waktu di masa muda untuk hal-hal positif.

    Budaya malas, banyak "bermain", bahkan setiap hari kita dilena dan dibuai oleh cerita-cerita sinetron yang menabur impian dengan hidup serba indah dan glamor. Kesuksesan instan, dikemas dalam hidup yang serba mudah didapat, mudah dikenal, mudah kaya, dan pastinya mudah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

    Kita dapat berkaca dari sosok Nelson Tansu, kelahiran, 20 Oktober 1977; Profesor termuda asal Indonesia di Amerika Serikat. Setelah menamatkan SMA dan lulus dengan predikat terbaik dari SMU Sutomo 1 Medan pada tahun 1995, ia melanjutkan studi di Universitas Winconsin-Madison, Amerika Serikat. Belum genap tiga tahun, yakni pada tahun 1998, ia menyelesaikan pendidikan S1-nya dengan predikat summa cum laude. Lalu melanjutkan studi sampai meraih gelar doktor pada tahun 2003 di bidang electrical engineering.

    Nelson adalah pemuda mandiri, memiliki semangat tinggi, rajin, dan memiliki pandangan jauh ke depan. Saat masih menginjak usia sekolah dasar dulu, ia rajin membaca biografi para ilmuwan, salah satu idolanya adalah Albert Einstein.Sedari kecil Nelson memang gemar membaca dan berkeinginan kelak menjadi profesor di Amerika serikat. Berkat kegigihan belajar dan berusaha sungguh-sungguh untuk mengapai impian tersebut, saat ini sudah menjadi Asisten Profesor termuda pada usia 25 tahun di Universitas Lehigh (Lehigh University), Pennsylvania. Ia juga dikenal sebagai pakar nanoteknologi dan optoelektronika asal Indonesia.

    Use your time effectively! Sadari bahwa segala yang telah direncanakan dalam hidup ini, semua terkait dengan waktu.Semua membutuhkan waktu. Menentukan tujuan, menjadwalkan rencana, menentukan prioritas, mengorganisasikan kegiatan, menjalankan alternatif pilihan, dan mengevaluasi hasil yang didapat, semua butuh waktu. Keberhasilan tujuan adalah terkait dengan bagaimana kita menggunakan waktu sebaik mungkin. Jika kita mengabaikannya, maka IA terus berjalan, berlalu begitu saja, dan tak kan kembali lagi!

    Monday, November 7, 2011

    “KACA” atau “BAJA”


    Pernah denger gak ada pepatah RUSIA yang bilang “PALU menghancurkan KACA”? dan itu memang benar palu bisa menghancurkan kaca, tapi gak Cuma palu bahkan kerikilpun akan bisa dengan mudah menghancurkan kaca jika kaca itu retak atau kita melemparkan kerikil itu dengan keras, tetapi PALU juga bisa membentuk BAJA menjadi sebuah pedang, jika dihajarkan lama lama maka baja itu akan menjadi pedang.

    Sebenarnya masalahnya bukan terletak pada PALUnya karena palunya sama, tetapi pada “KACA” atau “BAJA”, pertanyaannya Siapakan Anda? Kaca atau baja?

    Kalau Anda adalah Kaca maka Anda akan mudah hancur, dan selalu menyalahkan keadaan (ekonomi, customer, competitor, cuaca, waktu dan yang lainnya), alasan sekecil apapun akan bisa dengan mudah menghancurkan Anda karena excuse adalah virus yang paling berbahaya karena kadang tanpa sadar kita melakukannya karena itulah excuse bisa dengan mudah menghancurkan IMPIAN kita, di dalam ilmu apapun tidak ada satupun yang menghalalkan excuse, di dalam ilmu agama jika kita menyalahkan keadaan itu sama artinya dengan kita tidak mensyukuri nikmat yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita, padahal Tuhan memberikan suatu masalah atau halangan kepada kita untuk kita lewati karena Tuhan percaya pada kita bahwa kita mampu melewatinya dan bisa mengambil hikmahnya, tetapi ternyata kita membuat-Nya kecewa, kita menyianyiakan kepercayaannya, kita excuse, padahal Tuhan sudah menyiapkan Hadiah yang sangat istimewa buat kita nantinya.

    Jika jiwa kita rapuh seperti Kaca, maka ketika Palu masalah menghantam kita, maka dengan mudah kita putus asa, frustasi, kecewa, marah dan jadi remuk redam. Jadi jika kita adalah Kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

    Ciri ciri orang dng karakter Kaca:
    a. Kurang bahkan tidak pernah bersyukur
    b. Menyalahkan keadaan
    c. Membenarkan diri sendiri
    d. Menunda pekerjaan.

    Tetapi jika Anda adalah Baja maka semakin keras Palu itu menghantam maka Anda akan semakin memperbaiki diri, karakter Anda akan semakin terbentuk. Anda akan menjadi pribadi yang kuat dan hebat, karena orang orang baja akan menjadikan batu sandungan sebagai batu tanjakan untuk dia melompat lebih tinggi, bukan menjadikan batu sandungan menjadi batu penghalang, orang orang baja akan sangat mencintai proses dimana dia telah terbentuk.

    Mental Baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur disaat masalah dan keadaan yang benar2 sulit tengah menghimpitnya. Mengapa demikian ? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik. Sepotong Baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan Palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mental Baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

    Ciri ciri orang dng karakter Baja:
    a. Selalu bersyukur
    b. Tidak mudah menyerah
    c. Berfikir positif
    d. Semangat
    e. Percaya diri

    Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespon hal tersebut dengan sikap yang keliru.

    Jika kita adalah Baja kita akan selalu melihat Palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita Kaca maka kita akan selalu melihat Palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

    Sesungguhnya Tuhan sedang membentuk kita dengan berbagai macam proses kehidupan. Dia mengijinkan berbagai masalah menghantam kita. Dia mengijinkan kita mengalami benturan dengan orang2 disekeliling kita, bahkan Dia mengijinkan penindasan terjadi dalam hidup kita.

    Ingatlah bahwa semuanya itu hanya masalah respon. Sikap atau respon seperti apa yang anda pilih saat Palu kehidupan menghantam hidup anda ? Terbuat dari apakah jiwa Anda, Kaca atau Baja ?

    Renungkanlah dan tanyakan pada diri Anda siapakan diri Anda apakah Anda seorang “kaca” ataukah “baja”? apakah Anda akan tetap menjadi kaca atau Anda akan berubah menjadi seorang baja?........

    Tuesday, November 1, 2011

    STAY MOTIVATED

    Anda adalah orang yang paling bertanggung jawab atas masa depan Anda. Atas dasar itulah seharusnya Anda tidak berharap orang lain atau sebuah event akan mengubah hidup Anda. Keputusan untuk mengubah hidup Anda sepenuhnya ada di tangan Anda.

    Bagaimana saya menjaga motivasi saya setiap hari? Pertanyaan tersebut sangat sering saya dapatkan baik dalam seminar atau pun melalui e-mail. Tampaknya hal yang paling mendorong orang mengajukan pertanyaan tersebut adalah fakta bahwa beberapa hari setelah mengikuti sebuah "event yang menggoncang emosi" seseorang akan kembali menemukan dirinya dalam keadaan yang sama seperti sebelum mengikuti event tersebut.

    Dalam bahasa yang lebih gamblang barangkali bisa dikatakan emosi yang bergolak pada saat event berlangsung sebetulnya adalah motivasi sesaat yang jika tidak dijaga akan seperti soda. Mengembang berbuih-buih pada awalnya namun dalam waktu tidak lama akan segera lenyap, tak berbekas.

    Sebuah event –seperti seminar motivasi- tentu dapat menginspirasi seseorang untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan bisa jadi ini akan menjadi titik nol bagi masa depan yang gilang gemilang. Hal yang sama juga bisa terjadi ketika kita membaca buku tertentu pada saat kita sedang patah semangat. Buku tersebut seolah memberikan kita semangat dan harapan.

    Biasanya, setelah itu, kita akan mulai membuat impian. Kita menulis hal-hal yang ingin kita raih di masa mendatang. Namun pertanyaan terpenting, sudah cukupkah semua itu? Tentu saja tidak!

    Tantangan terberat adalah bagaimana menjaga motivasi yang ada. Berikut beberapa tips bisa saya bagikan kepada Anda.

    Pertama, genggam erat impian Anda.
    Memiliki impian dan menggengam erat impian adalah dua hal yang sangat berbeda. Orang yang menggenggam erat impiannya ibarat orang yang telah menyatu dengan impiannya. Ketika bangun pagi, gambaran impian selalu ada dalam pikirannya. Begitu pun ketika ia melakukan aktivitas sehari-hari. Ketika akan berangkat tidur, gambaran itu tetap ada dan bisa jadi senantiasa didoakan.

    Kunci untuk membuat impian menyatu dengan diri seseorang adalah KMS (Kejelasan, Manfaat dan Strategi). Kejelasan berarti impian yang dimiliki bukan sekedar angan-angan atau khayalan yang muluk-muluk melainkan bisa dideskripsikan secara jelas. Misalnya ketika seseorang berkata ia ingin jadi orang kaya, dengan jelas ia bisa menggambarkan apa arti kaya baginya.

    Manfaat adalah dampak positif yang akan dihasilkan jika impian terwujud. Manfaat yang paling baik dan akan menjadi pemacu serta pemicu seseorang untuk bertindak adalah manfaat yang tidak egois. Artinya, ketika impian itu terwujud maka bukan hanya sang pemilik impian yang akan merasakan dampak positifnya namun juga orang-orang yang dicintai. Inilah yang membuat seseorang merasa memiliki kebermaknaan hidup.

    Strategi berbicara mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh dalam rangka mencapai impian. Tanpa strategi yang jelas, si pemilik impian ibarat orang yang tersesat dan akan mengalami demotivasi. Strategi yang jelas adalah bagian dari persiapan yang akan membuat seseorang makin percaya diri.

    Kedua, perhatikan hubungan-hubungan positif.
    Hubungan-hubungan yang kita miliki akan mewarnai cara kita berpikir dan bertindak. Tidak berlebihan jika seorang sahabat mengingatkan bahwa pergaulan yang buruk akan merusak kebiasan yang baik.

    Walt Disney mengatakan di dunia ini ada tiga macam orang yaitu well-poisoners, lawn-mover dan life-enhancers. Well-poisoners kurang lebih seperti racun yang manjur. Mereka adalah orang-orang yang membuat Anda patah semangat, meremehkan kreativitas Anda dan sering mengatakan pada Anda hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan.

    Lawn-movers atau mesin pemotong rumput adalah orang-orang yang berniat baik namun lebih fokus pada kepentingan dirinya sendiri. Mereka memotong rumput di halaman mereka sendiri dan tidak peduli kepada halaman rumah di sebelahnya. Life-enhancers atau para penyemangat hidup yang lebih baik adalah orang-orang yang senang menginspirasi dan membantu orang lain menjadi lebih baik.

    Sejak saya tahu pentingnya menjaga hubungan-hubungan positif yang saya miliki saya menjadi lebih selektif dalam bergaul. Memang, saya memiliki banyak teman namun hanya sekian persen saja yang benar-benar akrab. Kami saling berbagi, memotivasi dan mengingatkan.

    Ketiga, perhatikan hubungan mentoring Anda.
    Salah satu ciri terpenting agar Anda terus bertumbuh adalah senantiasa belajar dan memperbaiki diri. Hal ini hanya dimungkinkan jika Anda memiliki setidaknya seseorang yang lebih pandai, lebih berpengalaman atau lebih bijak dari diri Anda. Jika Anda adalah orang terpandai di komunitas Anda, bisa jadi hal itu akan menghambat pertumbuhan Anda.

    Mentoring dapat menjadi sarana terbaik bagi pertumbuhan dalam berbagai bidang kehidupan. Lewat mentoring akan terbangun sebuah relasi positif di mana mentor akan berbagi berbagai sumber daya dan membantu mentee mencapai potensi terbaiknya.

    Mentor yang baik adalah mentor yang telah berpengalaman. Artinya, ia telah lebih dewasa dan matang akibat proses kehidupan yang naik turun. Yang tidak kalah pentingnya, mentor adalah orang yang telah mencapai hal-hal yang baru ingin kita capai. Dengan demikian, kita akan memiliki peta masa depan yang lebih jelas dari sang mentor manakala mentor berbagai kisah kesuksesan dan kegagalan hidupnya.

    Keempat, perhatikan makanan mental harian Anda.
    Selain makanan fisik, makanan mental pun akan berpengaruh bagi kehidupan. Jika sedari bangun pagi kita langsung memasukkan hal-hal negatif, bagaimana mungkin kita bisa berharap sepanjang hari kita akan bersikap positif? Di keluarga kami ada aturan tidak tertulis yaitu usahakan sesedikit mungkin menonton program gosip, apalagi di pagi hari!

    Perhatikan juga bahan bacaan. Kitab suci, buku-buku motivasi hingga buku biografi tokoh terkenal yang berhasil bangkit dari kesulitan hidup, kiranya dapat menjadi inspirasi yang menyegarkan hari-hari kita. Dengan kemajuan teknologi informasi, kita pun dapat berlangganan gratis renungan harian dan kata-kata mutiara yang dikirimkan setiap harinya. Saya pribadi sangat menyukai kata-kata mutiara sebab itu merupakan intisari pengalaman atau wisdom sang penulis.

    Kelima, bertindak!
    Terkadang sebuah event hanya memberikan kita kesadaran pentingnya perubahan hidup namun motivasi sesungguhnya baru kita dapatkan ketika kita bertindak. Ingatlah bahwa dalam kata emotion mengadung unsur motion (gerakan). Terkadang, emosi positif (atau disebut juga antusiasme) baru datang ketika kita bergerak atau mengerjakan sesuatu.

    John C. Maxwell dalam program A Minute With Maxwell tentang The Secret of Motivation mengingatkan, “Be a Nike person! Just do it! Ketika seseorang melakukan sesuatu yang seharusnya ia lakukan barulah motivasi itu datang dan menyemangatinya untuk melanjutkan apa yang telah ia lakukan. Motivasi bukanlah penyebab tindakan melainkan produk samping (by product) dari sebuah tindakan. Jika saya berpikir motivasi adalah penyebab maka saya akan menunggu seseorang memotivasi saya baru saya bertindak. Namun ketika saya menyadari motivasi adalah produk samping maka saya akan bertindak lalu perasaan positif itu akan datang menghampiri saya. Dan saya akan berkata, ini sungguh luar biasa!”

    Bagaimana menurut Anda?
    TUKAR LINK
    Silahkan bagi sobat blogger yang berminat tukar link dengan blog ini, tinggal copas aja kode yang ada di bawah ini. Untuk syarat2nya bisa dibaca di sini, bagi para sobat blogger yg ingin ngecek linknya silahkan lihat di bawah ini :



     

    Blog'e Cah Nganjuk Copyright © 2011 -- Template Powered by Blogger