• 1. 6 Alasan Pengunjung Membenci Blog Anda
  • 2. Cara Menigkatkan Trafik Dan Pagerank Dengan Jutaan Pengunjung
  • 3. Cara Meningkatkan Pagerank Dan Jumlah Pengunjung Dengan Link Refferal
  • 4. 7 Cara Agar Website Muncul di Halaman Pertama Google
  • 5. Tips Gratis Meningkatkan Traffic Blog
  • 6. Blog paling di benci pengunjung dan google
  • 7. 8 Alasan Pengunjung Menyukai Blog Anda
  • 8. Cara Memasang Widget Live Traffic Feed Feedjit di Blogger
  • 9. Cara Memasang Widget Histats di Blogger
  • 10. 4 Cara Agar Blog Ramai Pengunjung
  • 11. Cara Membuat Blog Dofollow (Untuk blogger yang ingin meningkatkan posisi SERP blog mereka)
  • 12. Dofollow (backlink yang bisa membantu sebuah web/blog untuk meningkatkan pagerank)
  • 13. Membuat Tab View Sederhana Di Sidebar
  • 14. Cara membuat Kotak Tukaran Link / Link Excange di Blog
  • 15. 5 Keuntungan Membacklink Postingan Orang Lain
  • 16. Rahasia Blog Berbahasa Indonesia Go Internasional
  • 17. Rahasia Mendapatkan 100 Pengujung Blog Perhari
  • 18. Perbedaan Blog Dofollow dan Blog Nofollow
  • 19. Meratatengahkan Judul Pada Widget Blog
  • 20. Menyatukan Beberapa Widget Dalam Satu Tempat Dengan Efek Marquee
  • 21. Cara Membuat Kotak Kode HTML Dengan Warna Pada Postingan
  • 22. Daftar Adsense tanpa Blog
  • 23. Membuat Menu Navigasi Slide Horizontal Blogspot
  • 24. Cara Agar klik kanan disable atau NO COPAS
  • 25. Tips Mendongkrak Alexa Rank Blog Anda
  • 26. Tampilan Baru Blogger
  • 27. Cara Mengembalikan Permanen Link yang Asli
  • 28. Cara Menambahkan Judul Posting dibelakang Baca Selanjutnya(Read More) di Blogger
  • 29. Cara Membuat Gadget "Follow by Email" di Blogger
  • 30. Cara Membuat Kotak "Like" Facebook Di bawah Postingan Pada Blogspot
  • 31. Cara Membuat Related Posts Untuk Blogger
  • Wednesday, August 3, 2011

    How Flat Are You?

    Dunia ini sudah ‘flat’ (datar). Demikian kesimpulan Thomas L. Friedman dalam bukunya “The World is Flat”. Tentu saja yang dimaksud Friedman bukan bentuk fisik dari planet Bumi ini. Karena bila demikian, mungkin saja dunia sudah kiamat. Yang dimaksud Friedman dalam bukunya adalah telah terjadi banyak perubahan baik secara teknologi (notabene Internet), regulasi, politik, ekonomi,maupun sosial. Perubahan-perubahan tersebut telah ,mengurangi (bila tidak meniadakan) tembok-tembok yang selama ini membatasi negara-negara dan bangsa-bangsa di dunia.

    Tentu saja pendapat Friedman ini mendapat pro dan kontra. Namun terlepas dari menariknya pemikiran Friedman, sesungguhnya masih ada tembok-tembok yang jauh lebih kecil ukurannya yang membentengi setiap orang. Tembok-tembok yang dimaksud bisa berupa tembok fisik namun yang lebih berperan adalah tembok psikis. Dengan berbagai alasan, tembok-tembok tersebut ada. Bisa karena dibangun oleh orang yang bersangkutan maupun orang-orang lain disekitarnya. Karena berbagai alasan tertentu mulai dari jati diri hingga harga diri, kita semua membangun atau dibangunkan tembok seperti itu. Bisa bermanfaat untuk kondisi atau tujuan tertentu memang, namun bisa menciptakan kesulitan tersendiri bila tidak digunakan dengan bijak. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak situasi berikut ini.

    Mr. X (tentu saja bukan nama sebenarnya), akhirnya dipromosikan menjadi kepala kantor cabang. Setelah bekerja keras selama lima tahun dan sedikit ‘sikut kiri kanan’. Akhirnya Mr. X bisa menempati ruang kerja yang selama ini diidam-idamkannya. Mr. X dipilih oleh atasannya terdahulu yang sekarang mendapat tugas baru di kantor pusat. Sebelum pindah ke kantor pusat, atasan tersebut memberikan kepercayaan kepada Mr. X untuk menggantikan sebagai kepala kantor cabang di kota tersebut.

    Segera setelah menduduki jabatan barunya, Mr. X berubah. Ia tak mau lagi berkumpul dengan teman-teman sejawatnya di kantor. Ia pun tidak bersedia mendengar masukan dari para bawahannya. Mr. X lebih banyak menutup diri baik secara fisik maupun psikis. Agar seorang bawahan bisa bertemu dengan Mr. X ia harus membuat janji pertemuan dengan dua sekretaris dan satu asisten pribadinya. Acara protokoler kantor pun dibuat labih mengkilap dan menjadi panjang bertele-tele. Mulai dari prosesi acara hingga tentu saja sambutan dan arahan dari Mr. X. Jarak antara atasan dengan bawahan menjadi sangat terasa di kantor tersebut. Yang dikeluarkan oleh Mr. X hanyalah perintah. Tidak ada ruang untuk diskusi dan perbedaan pendapat.

    Sebenarnya, di balik tembok-tembok yang dibangun oleh Mr. X tersebut, sesungguhnya ia menyadari betul bahwa sebenarnya banyak hal yang tidak ia ketahui mengenai tugas dan tanggung jawabnya. Khususnya, hal-hal detil operasional yang tidak mungkin ia geluti sebagai kepala kantor. Namun tentu saja Mr. X menyembunyikan hal ini. Bila ketahuan oleh anak buahnya, tentu saja ia akan sangat  malu dan kehilangan muka.

    Di sisi lain, anak buah Mr. X tentu saja mengetahui ketidakhtahuan bos mereka. Mr. X seringkali mengeluarkan arahan yang jelas-jelas salah dan bahkan tidak nyambung sama sekali. Mr. X juga tidak pernah mengetahui apa yang terjadi di lapangan karena ia tidak pernah ke sana dan tidak pernah mendapatkan informasi yang akurat mengenai apa yang terjadi. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh sebagian anak buah yang ‘nakal’ untuk mengerjai Mr. X. Sementara anak buah yang jujur pun menjadi kesal dengan ulah Mr. X yang tidak pernah menghargai kerja keras mereka. Singkat kata, Mr. X mengalami apa yang disebut dengan ‘lonely in the crowd’. Di kantor tidak ada lagi orang yang menyapanya, kecuali tentu saja para ‘penjilat’. Ketika para karyawan berkumpul, mereka langsung membubarkan diri bila melihat Mr. X dari kejauhan.

    Suatu hari,datanglah mantan atasan Mr. X yang dulu menjadi kepala kantor tersebut sebelum Mr. X. Ia datang bersama para petinggi dari kantor pusat yang sedang  melakukan kunjungan ke kantor-kantor cabang. Dalam acara kunjungan tersebut, terjadilah beberapa hal aneh dan menggelikan. Para petinggi dari pusat termasuk si mantan atasan, disambut hangat oleh para bawahan Mr. X. Bahkan mereka bisa berbincang-bincang  dan bersenda gurau layaknya teman lama yang baru bertemu kembali. Sementara itu, Mr. X tidak bisa masuk dalam perbincangan tersebut karena pernyataan –pernyataan yang dikeluarkan oleh Mr. X membuat heran para petinggi dari pusat dan kerap mendapat cemoohan dari para bawahannya. Bahkan untuk hal-hal mendasar yang pada umumnya semua orang tahu, Mr. X seperti anak yang terbelalak karena menemukan hal-hal baru yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.

    0 komentar:

    Post a Comment

    Blog ini sudah dofollow silakan komentar di bawah ini

    TUKAR LINK
    Silahkan bagi sobat blogger yang berminat tukar link dengan blog ini, tinggal copas aja kode yang ada di bawah ini. Untuk syarat2nya bisa dibaca di sini, bagi para sobat blogger yg ingin ngecek linknya silahkan lihat di bawah ini :



     

    Blog'e Cah Nganjuk Copyright © 2011 -- Template Powered by Blogger