"Yesterday is a canceled check: Forget it. Tomorrow is a promissory note: Don't count on it. Today is ready cash: Use it!" ~ Edwin Bliss
Sering dengar istilah "let it flow"; ya boleh saja mengikuti garis kehidupan, bertumbuh menuju kedewasaan hidup. Namun, dalam kehidupan, waktu harus tetap diisi oleh hal-hal bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Dalam setiap derap langkah untuk mengisi titik-titik kehidupan, diri kita sendirilah yang bertanggung jawab mengisinya. Kitalah yang menentukan arah pergerakan titik, menuju rangkaian tidak terputus, menjadi garis lurus kehidupan, atau garis yang tidak beraturan, berbelok dan berliku. Kitalah yang menentukannya. Kitalah yang bertanggung jawab atas kehidupan diri sendiri. Dan Tuhan pun akan menakdirkan kehidupan atas apa yang telah kita lakukan. Oleh karenanya, isi hari-haridengan langkah-langkah kebaikan, agar kita tidak menjadi manusia yang merugi.
Jika kita lihat di jalan-jalan, tidak sedikit ruang dan waktu itu diisi oleh kehampaan dan kesia-siaan. Masih banyak anak-anak muda yang hanya duduk-duduk nongkrong di pinggir jalan, mabuk-mabukan. Mereka tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya: menggunakan waktu di masa muda untuk hal-hal positif.
Budaya malas, banyak "bermain", bahkan setiap hari kita dilena dan dibuai oleh cerita-cerita sinetron yang menabur impian dengan hidup serba indah dan glamor. Kesuksesan instan, dikemas dalam hidup yang serba mudah didapat, mudah dikenal, mudah kaya, dan pastinya mudah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
Kita dapat berkaca dari sosok Nelson Tansu, kelahiran, 20 Oktober 1977; Profesor termuda asal Indonesia di Amerika Serikat. Setelah menamatkan SMA dan lulus dengan predikat terbaik dari SMU Sutomo 1 Medan pada tahun 1995, ia melanjutkan studi di Universitas Winconsin-Madison, Amerika Serikat. Belum genap tiga tahun, yakni pada tahun 1998, ia menyelesaikan pendidikan S1-nya dengan predikat summa cum laude. Lalu melanjutkan studi sampai meraih gelar doktor pada tahun 2003 di bidang electrical engineering.
Nelson adalah pemuda mandiri, memiliki semangat tinggi, rajin, dan memiliki pandangan jauh ke depan. Saat masih menginjak usia sekolah dasar dulu, ia rajin membaca biografi para ilmuwan, salah satu idolanya adalah Albert Einstein.Sedari kecil Nelson memang gemar membaca dan berkeinginan kelak menjadi profesor di Amerika serikat. Berkat kegigihan belajar dan berusaha sungguh-sungguh untuk mengapai impian tersebut, saat ini sudah menjadi Asisten Profesor termuda pada usia 25 tahun di Universitas Lehigh (Lehigh University), Pennsylvania. Ia juga dikenal sebagai pakar nanoteknologi dan optoelektronika asal Indonesia.
Use your time effectively! Sadari bahwa segala yang telah direncanakan dalam hidup ini, semua terkait dengan waktu.Semua membutuhkan waktu. Menentukan tujuan, menjadwalkan rencana, menentukan prioritas, mengorganisasikan kegiatan, menjalankan alternatif pilihan, dan mengevaluasi hasil yang didapat, semua butuh waktu. Keberhasilan tujuan adalah terkait dengan bagaimana kita menggunakan waktu sebaik mungkin. Jika kita mengabaikannya, maka IA terus berjalan, berlalu begitu saja, dan tak kan kembali lagi!
Sering dengar istilah "let it flow"; ya boleh saja mengikuti garis kehidupan, bertumbuh menuju kedewasaan hidup. Namun, dalam kehidupan, waktu harus tetap diisi oleh hal-hal bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Dalam setiap derap langkah untuk mengisi titik-titik kehidupan, diri kita sendirilah yang bertanggung jawab mengisinya. Kitalah yang menentukan arah pergerakan titik, menuju rangkaian tidak terputus, menjadi garis lurus kehidupan, atau garis yang tidak beraturan, berbelok dan berliku. Kitalah yang menentukannya. Kitalah yang bertanggung jawab atas kehidupan diri sendiri. Dan Tuhan pun akan menakdirkan kehidupan atas apa yang telah kita lakukan. Oleh karenanya, isi hari-haridengan langkah-langkah kebaikan, agar kita tidak menjadi manusia yang merugi.
Jika kita lihat di jalan-jalan, tidak sedikit ruang dan waktu itu diisi oleh kehampaan dan kesia-siaan. Masih banyak anak-anak muda yang hanya duduk-duduk nongkrong di pinggir jalan, mabuk-mabukan. Mereka tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya: menggunakan waktu di masa muda untuk hal-hal positif.
Budaya malas, banyak "bermain", bahkan setiap hari kita dilena dan dibuai oleh cerita-cerita sinetron yang menabur impian dengan hidup serba indah dan glamor. Kesuksesan instan, dikemas dalam hidup yang serba mudah didapat, mudah dikenal, mudah kaya, dan pastinya mudah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
Kita dapat berkaca dari sosok Nelson Tansu, kelahiran, 20 Oktober 1977; Profesor termuda asal Indonesia di Amerika Serikat. Setelah menamatkan SMA dan lulus dengan predikat terbaik dari SMU Sutomo 1 Medan pada tahun 1995, ia melanjutkan studi di Universitas Winconsin-Madison, Amerika Serikat. Belum genap tiga tahun, yakni pada tahun 1998, ia menyelesaikan pendidikan S1-nya dengan predikat summa cum laude. Lalu melanjutkan studi sampai meraih gelar doktor pada tahun 2003 di bidang electrical engineering.
Nelson adalah pemuda mandiri, memiliki semangat tinggi, rajin, dan memiliki pandangan jauh ke depan. Saat masih menginjak usia sekolah dasar dulu, ia rajin membaca biografi para ilmuwan, salah satu idolanya adalah Albert Einstein.Sedari kecil Nelson memang gemar membaca dan berkeinginan kelak menjadi profesor di Amerika serikat. Berkat kegigihan belajar dan berusaha sungguh-sungguh untuk mengapai impian tersebut, saat ini sudah menjadi Asisten Profesor termuda pada usia 25 tahun di Universitas Lehigh (Lehigh University), Pennsylvania. Ia juga dikenal sebagai pakar nanoteknologi dan optoelektronika asal Indonesia.
Use your time effectively! Sadari bahwa segala yang telah direncanakan dalam hidup ini, semua terkait dengan waktu.Semua membutuhkan waktu. Menentukan tujuan, menjadwalkan rencana, menentukan prioritas, mengorganisasikan kegiatan, menjalankan alternatif pilihan, dan mengevaluasi hasil yang didapat, semua butuh waktu. Keberhasilan tujuan adalah terkait dengan bagaimana kita menggunakan waktu sebaik mungkin. Jika kita mengabaikannya, maka IA terus berjalan, berlalu begitu saja, dan tak kan kembali lagi!
4 komentar:
Yes.... we must use our time effectively!
gan, wis di gawe link e ke blogku, link bale mane yo mas bro...
@all : thanx's dah berkunjung :)
beneran artikelnya sangat berkualitas, sangat nyaman untuk disimak :))
Post a Comment
Blog ini sudah dofollow silakan komentar di bawah ini